A. Perjuangan Rakyat
dan Pemerintah di
Daerah dalam
Mempertahankan
Kemerdekaan
Indonesia
Penyerahan kekuasaan Jepang kepada
Sekutu dilakukan oleh Komando Asia
Tenggara (South East Asia Command
atau SEAC) di bawah pimpinan
Laksamana Lord Louis Mounbatten.
Pasukan Sekutu yang bertugas di
Indonesia adalah Allied Forces
Netherlands East Indies (AFNEI) yang
dipimpin oleh Letnan Jenderal Sir Philip
Christison. AFNEI merupakan komando
bawahan dari SEAC. Tugas AFNEI di
Indonesia adalah:
1. menerima penyerahan kekuasaan
dari tangan Jepang,
2. membebaskan para tawanan perang
dan interniran Sekutu,
3. melucuti orang-orang Jepang dan
kemudian dipulangkan ke negaranya,
4. menjaga keamanan dan ketertiban
(law and order), dan
5. menghimpun keterangan guna
menyelidiki pihak-pihak yang dianggap
sebagai penjahat perang.
Pada awalnya rakyat Indonesia
menyambut kedatangan Sekutu dengan
senang. Akan tetapi setelah diketahui
NICA ikut di dalamnya, sikap rakyat
Indonesia menjadi curiga dan
bermusuhan. Kedatangan NICA di
Indonesia didorong oleh keinginan
menegakkan kembali Hindia Belanda
dan berkuasa lagi di Indonesia.
Datangnya pasukan Sekutu yang
diboncengi NICA mengundang
perlawanan rakyat untuk
mempertahankan kemerdekaan. Berikut
ini berbagai perlawanan terhadap
Sekutu yang muncul di daerah-daerah.
1. Pertempuran Surabaya 10 November 1945
Surabaya merupakan kota pahlawan.
Surabaya menjadi ajang pertempuran
yang paling hebat selama revolusi
mempertahankan kemerdekaan,
sehingga menjadi lambang perlawanan
nasional. Peristiwa di Surabaya
merupakan rangkaian kejadian yang
diawali sejak kedatangan pasukan
Sekutu tanggal 25 Oktober 1945 yang
dipimpin oleh Brigjen A.W.S. Mallaby.
Pada tanggal 30 Oktober 1945 terjadi
pertempuran yang hebat di Gedung
Bank Internatio di Jembatan Merah.
Pertempuran itu menewaskan Brigjen
Mallaby. Akibat meninggalnya Brigjen
Mallaby, Inggris memberi ultimatum,
isinya agar rakyat Surabaya menyerah
kepada Sekutu. Secara resmi rakyat
Surabaya, yang diwakili Gubernur Suryo
menolak ultimatum Inggris. Akibatnya
pada tanggal 10 November 1945 pagi
hari, pasukan Inggris mengerahkan
pasukan infantri dengan senjatasenjata
berat dan menyerbu Surabaya dari
darat, laut, maupun udara.
JELI Jendela Info
Pertempuran 10 November 1945 di
Surabaya telah menciptakan pekik
persatuan demi revolusi yaitu merdeka
atau mati. Di samping itu juga
merupakan titik balik bagi Belanda
karena mengejutkan pihak Belanda yang
tidak menyangka kekuatan RI mendapat
dukungan rakyat.
Rakyat Surabaya tidak takut dengan
gempuran Sekutu. Bung Tomo
memimpin rakyat dengan berpidato
membangkitkan semangat lewat radio.
Pertempuran berlangsung selama tiga
minggu. Akibat pertempuran tersebut
6.000 rakyat Surabaya gugur. Pengaruh
pertempuran Surabaya berdampak luas
di kalangan internasional, bahkan
masuk dalam agenda sidang Dewan
Keamanan PBB tanggal 7-13 Februari
1946.
Rabu, 22 Januari 2014
Usaha memperjuangkan kemerdekaan
Selasa, 14 Januari 2014
Islam dinusantara
Penyebaran Islam (1200 - 1600)
Berbagai teori perihal masuknya Islam ke
Indonesia terus muncul sampai saat ini. Fokus
diskusi mengenai kedatangan Islam di
Indonesia sejauh ini berkisar pada tiga tema
utama, yakni tempat asal kedatangannya, para
pembawanya, dan waktu kedatangannya.[1]
Mengenai tempat asal kedatangan Islam yang
menyentuh Indonesia, di kalangan para
sejarawan terdapat beberapa pendapat. Ahmad
Mansur Suryanegara mengikhtisarkannya
menjadi tiga teori besar. Pertama, teori
Gujarat, India. Islam dipercayai datang dari
wilayah Gujarat – India melalui peran para
pedagang India muslim pada sekitar abad
ke-13 M. Kedua, teori Makkah . Islam dipercaya
tiba di Indonesia langsung dari Timur Tengah
melalui jasa para pedagang Arab muslim
sekitar abad ke-7 M. Ketiga, teori Persia . Islam
tiba di Indonesia melalui peran para pedagang
asal Persia yang dalam perjalanannya singgah
ke Gujarat sebelum ke nusantara sekitar abad
ke-13 M. [1] . Melalui Kesultanan Tidore yang
juga menguasai Tanah Papua, sejak abad
ke-17, jangkauan terjauh penyebaran Islam
sudah mencapai Semenanjung Onin di
Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Kalau Ahli Sejarah Barat beranggapan bahwa
Islam masuk di Indonesia mulai abad 13
adalah tidak benar, HAMKA berpendapat
bahwa pada tahun 625 M sebuah naskah
Tiongkok mengkabarkan bahwa menemukan
kelompok bangsa Arab yang telah bermukim di
pantai Barat Sumatera ( Barus) [2] . Pada saat
nanti wilayah Barus ini akan masuk ke wilayah
kerajaan Srivijaya .
Pada tahun 674 M semasa pemerintahan
Khilafah Islam Utsman bin Affan,
memerintahkan mengirimkan utusannya
(Muawiyah bin Abu Sufyan) ke tanah Jawa
yaitu ke Jepara (pada saat itu namanya
Kalingga ). Hasil kunjungan duta Islam ini
adalah raja Jay Sima, putra Ratu Sima dari
Kalingga, masuk Islam [3] .
Pada tahun 718M raja Srivijaya Sri
Indravarman setelah kerusuhan Kanton juga
masuk Islam pada masa khalifah Umar bin
Abdul Aziz ( Dinasti Umayyah ).
Sanggahan Teori Islam Masuk Indonesia
abad 13 melalui Pedagang Gujarat
Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui
pedagang Gujarat, menurut pendapat sebagian
besar orang, adalah tidaklah benar. Apabila
benar maka tentunya Islam yang akan
berkembang kebanyakan di Indonesia adalah
aliran Syi'ah karena Gujarat pada masa itu
beraliran Syiah, akan tetapi kenyataan Islam di
Indonesia didominasi Mazhab Syafi'i .
Sanggahan lain adalah bukti telah munculnya
Islam pada masa awal dengan bukti Tarikh
Nisan Fatimah binti Maimun (1082M) di
Gresik .
Masa kolonial
Anak-anak mengaji Al Quran di
Jawa pada masa kolonial Hindia
Belanda
Pada abad ke-17 masehi atau tahun 1601
kerajaan Hindia Belanda datang ke Nusantara
untuk berdagang, namun pada perkembangan
selanjutnya mereka menjajah daerah ini.
Belanda datang ke Indonesia dengan kamar
dagangnya, VOC, sejak itu hampir seluruh
wilayah Nusantara dikuasainya kecuali Aceh.
Saat itu antara kerajaan-kerajaan Islam di
Nusantara belum sempat membentuk aliansi
atau kerja sama. Hal ini yang menyebabkan
proses penyebaran dakwah terpotong.
Dengan sumuliayatul (kesempurnaan) Islam
yang tidak ada pemisahan antara aspek-aspek
kehidupan tertentu dengan yang lainnya, ini
telah diterapkan oleh para ulama saat itu.
Ketika penjajahan datang, para ulama
mengubah pesantren menjadi markas
perjuangan, para santri (peserta didik
pesantren) menjadi jundullah (pasukan Allah)
yang siap melawan penjajah, sedangkan
ulamanya menjadi panglima perang. Potensi-
potensi tumbuh dan berkembang di abad
ke-13 menjadi kekuatan perlawanan terhadap
penjajah. Ini dapat dibuktikan dengan adanya
hikayat-hikayat pada masa kerajaan Islam
yang syair-syairnya berisi seruan perjuangan.
Para ulama menggelorakan jihad melawan
penjajah Belanda . Belanda mengalami
kewalahan yang akhirnya menggunakan
strategi-strategi:
Politik devide et impera , yang pada
kenyataannya memecah-belah atau mengadu
domba antara kekuatan ulama dengan adat,
contohnya perang Padri di Sumatera Barat dan
perang Diponegoro di Jawa.
Mendatangkan Prof. Dr. Snouk Cristian
Hourgonye alias Abdul Gafar, seorang Guru
Besar ke-Indonesiaan di Universitas Hindia
Belanda, yang juga seorang orientalis yang
pernah mempelajari Islam di Mekkah . Dia
berpendapat agar pemerintahan Belanda
membiarkan umat Islam hanya melakukan
ibadah mahdhoh (khusus) dan dilarang
berbicara atau sampai melakukan politik
praktis. Gagasan tersebut dijalani oleh
pemerintahan Belanda dan salah satunya
adalah pembatasan terhadap kaum muslimin
yang akan melakukan ibadah Haji, karena pada
saat itulah terjadi pematangan pejuangan
terhadap penjajahan. [4]
Di akhir abad ke-19, muncul ideologi
pembaruan Islam yang diserukan oleh Jamal-
al-Din Afghani dan Muhammad Abduh. Ulama-
ulama Minangkabau yang belajar di Kairo ,
Mesir banyak berperan dalam menyebarkan
ide-ide tersebut, di antara mereka ialah
Muhammad Djamil Djambek dan Abdul Karim
Amrullah . Pembaruan Islam yang tumbuh
begitu pesat didukung dengan berdirinya
sekolah-sekolah pembaruan seperti Adabiah
(1909), Diniyah Putri (1911), dan Sumatera
Thawalib (1915). Pada tahun 1906, Tahir bin
Jalaluddin menerbitkan koran pembaruan al-
Iman di Singapura dan lima tahun kemudian, di
Padang terbit koran dwi-mingguan al-Munir
Sabtu, 11 Januari 2014
Sejarah indonesia
Sejarah Indonesia meliputi suatu rentang
waktu yang sangat panjang yang dimulai sejak
zaman prasejarah berdasarkan penemuan
" Manusia Jawa" yang berusia 1,7 juta tahun
yang lalu. Periode sejarah Indonesia dapat
dibagi menjadi lima era: Era Prakolonial,
munculnya kerajaan-kerajaan Hindu -Buddha
serta Islam di Jawa dan Sumatera yang
terutama mengandalkan perdagangan; Era
Kolonial , masuknya orang-orang Eropa
(terutama Belanda ) yang menginginkan
rempah-rempah mengakibatkan penjajahan
oleh Belanda selama sekitar 3,5 abad antara
awal abad ke-17 hingga pertengahan abad
ke-20 ; Era Kemerdekaan Awal, pasca-
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ( 1945 )
sampai jatuhnya Soekarno ( 1966); Era Orde
Baru , 32 tahun masa pemerintahan Soeharto
( 1966 –1998 ); serta Era Reformasi yang
berlangsung sampai sekarang.
Prasejarah
Artikel utama untuk bagian ini adalah:
Nusantara pada periode prasejarah
Replika tempurung kepala manusia
Jawa yang pertama kali ditemukan
di Sangiran
Secara geologi, wilayah Indonesia modern
(untuk kemudahan, selanjutnya disebut
Nusantara ) merupakan pertemuan antara tiga
lempeng benua utama: Lempeng Eurasia ,
Lempeng Indo-Australia , dan Lempeng Pasifik
(lihat artikel Geologi Indonesia). Kepulauan
Indonesia seperti yang ada saat ini terbentuk
pada saat melelehnya es setelah berakhirnya
Zaman Es , sekitar 10.000 tahun yang lalu.
Pada masa Pleistosen, ketika masih terhubung
dengan Asia Daratan, masuklah pemukim
pertama. Bukti pertama yang menunjukkan
penghuni awal adalah fosil-fosil Homo erectus
manusia Jawa dari masa 2 juta hingga
500.000 tahun lalu. Penemuan sisa-sisa
"manusia Flores" ( Homo floresiensis ) [1] di
Liang Bua , Flores, membuka kemungkinan
masih bertahannya H. erectus hingga masa
Zaman Es terakhir. [2]
Homo sapiens pertama diperkirakan masuk ke
Nusantara sejak 100.000 tahun yang lalu
melewati jalur pantai Asia dari Asia Barat, dan
pada sekitar 60 000 sampai 70 000 tahun yang
lalu telah mencapai Pulau Papua dan Australia.
[3] Mereka, yang ber fenotipe kulit gelap dan
rambut ikal rapat, menjadi nenek moyang
penduduk asli Melanesia (termasuk Papua)
sekarang dan membawa kultur kapak lonjong
( Paleolitikum ). Gelombang pendatang
ber bahasa Austronesia dengan kultur
Neolitikum datang secara bergelombang sejak
3000 SM dari Cina Selatan melalui Formosa
dan Filipina membawa kultur beliung persegi
( kebudayaan Dongson). Proses migrasi ini
merupakan bagian dari pendudukan Pasifik.
Kedatangan gelombang penduduk berciri
Mongoloid ini cenderung ke arah barat,
mendesak penduduk awal ke arah timur atau
berkawin campur dengan penduduk setempat
dan menjadi ciri fisik penduduk Maluku serta
Nusa Tenggara . Pendatang ini membawa serta
teknik-teknik pertanian , termasuk bercocok
tanam padi di sawah (bukti paling lambat
sejak abad ke-8 SM), be ternak kerbau,
pengolahan perunggu dan besi, teknik tenun
ikat , praktik-praktik megalitikum , serta
pemujaan roh-roh ( animisme ) serta benda-
benda keramat ( dinamisme ). Pada abad
pertama SM sudah terbentuk pemukiman-
pemukiman serta kerajaan-kerajaan kecil, dan
sangat mungkin sudah masuk pengaruh
kepercayaan dari India akibat hubungan
perniagaan.
Era pra kolonial
Sejarah awal
Lihat pula: Sejarah Nusantara
Para cendekiawan India telah menulis tentang
Dwipantara atau kerajaan Hindu Jawa Dwipa
di pulau Jawa dan Sumatra atau Swarna
dwipa sekitar 200 SM . Bukti fisik awal yang
menyebutkan mengenai adanya dua kerajaan
bercorak Hinduisme pada abad ke-5, yaitu:
Kerajaan Tarumanagara yang menguasai Jawa
Barat dan Kerajaan Kutai di pesisir Sungai
Mahakam, Kalimantan . Pada tahun 425 agama
Buddha telah mencapai wilayah tersebut.
Di saat Eropa memasuki masa Renaisans ,
Nusantara telah mempunyai warisan
peradaban berusia ribuan tahun dengan dua
kerajaan besar yaitu Sriwijaya di Sumatra dan
Majapahit di Jawa, ditambah dengan puluhan
kerajaan kecil yang sering kali menjadi vazal
tetangganya yang lebih kuat atau saling
terhubung dalam semacam ikatan
perdagangan (seperti di Maluku ).
Kerajaan Hindu-Buddha
Artikel utama untuk bagian ini adalah:
Sejarah Nusantara pada era kerajaan Hindu-
Buddha
Prasasti Tugu peninggalan Raja
Purnawarman dari Taruma
Pada abad ke-4 hingga abad ke-7 di wilayah
Jawa Barat terdapat kerajaan bercorak Hindu-
Budha yaitu kerajaan Tarumanagara yang
dilanjutkan dengan Kerajaan Sunda sampai
abad ke-16. Pada masa abad ke-7 hingga
abad ke-14 , kerajaan Buddha Sriwijaya
berkembang pesat di Sumatra. Penjelajah
Tiongkok I Ching mengunjungi ibukotanya
Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak
kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah
sejauh Jawa Barat dan Semenanjung Melayu.
Abad ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya
sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur ,
Majapahit . Patih Majapahit antara tahun 1331
hingga 1364 , Gajah Mada berhasil memperoleh
kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian
besarnya adalah Indonesia beserta hampir
seluruh Semenanjung Melayu. Warisan dari
masa Gajah Mada termasuk kodifikasi hukum
dan dalam kebudayaan Jawa, seperti yang
terlihat dalam wiracarita Ramayana .
Kerajaan Islam
Artikel utama untuk bagian ini adalah:
Sejarah Nusantara pada era kerajaan Islam
Islam sebagai sebuah pemerintahan hadir di
Indonesia sekitar abad ke-12 , namun
sebenarnya Islam sudah sudah masuk ke
Indonesia pada abad 7 Masehi. Saat itu sudah
ada jalur pelayaran yang ramai dan bersifat
internasional melalui Selat Malaka yang
menghubungkan Dinasti Tang di Cina,
Sriwijaya di Asia Tenggara dan Bani Umayyah
di Asia Barat sejak abad 7.[4]
Menurut sumber-sumber Cina menjelang akhir
perempatan ketiga abad 7, seorang pedagang
Arab menjadi pemimpin pemukiman Arab
muslim di pesisir pantai Sumatera. Islam pun
memberikan pengaruh kepada institusi politik
yang ada. Hal ini nampak pada Tahun 100 H
(718 M) Raja Sriwijaya Jambi yang bernama
Srindravarman mengirim surat kepada Khalifah
Umar bin Abdul Aziz dari Kekhalifahan Bani
Umayyah meminta dikirimkan da'i yang bisa
menjelaskan Islam kepadanya. Surat itu
berbunyi: “Dari Raja di Raja yang adalah
keturunan seribu raja, yang isterinya juga cucu
seribu raja, yang di dalam kandang
binatangnya terdapat seribu gajah, yang di
wilayahnya terdapat dua sungai yang mengairi
pohon gaharu, bumbu-bumbu wewangian, pala
dan kapur barus yang semerbak wanginya
hingga menjangkau jarak 12 mil, kepada Raja
Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan
lain dengan Allah. Saya telah mengirimkan
kepada anda hadiah, yang sebenarnya
merupakan hadiah yang tak begitu banyak,
tetapi sekedar tanda persahabatan. Saya ingin
Anda mengirimkan kepada saya seseorang
yang dapat mengajarkan Islam kepada saya
dan menjelaskan kepada saya tentang hukum-
hukumnya.” Dua tahun kemudian, yakni tahun
720 M, Raja Srindravarman, yang semula
Hindu , masuk Islam. Sriwijaya Jambi pun
dikenal dengan nama 'Sribuza Islam'. Sayang,
pada tahun 730 M Sriwijaya Jambi ditawan
oleh Sriwijaya Palembang yang masih
menganut Budha. [5]
Islam terus mengokoh menjadi institusi politik
yang mengemban Islam. Misalnya, sebuah
kesultanan Islam bernama Kesultanan
Peureulak didirikan pada 1 Muharram 225 H
atau 12 November 839 M. Contoh lain adalah
Kerajaan Ternate. Islam masuk ke kerajaan di
kepulauan Maluku ini tahun 1440. Rajanya
seorang Muslim bernama Bayanullah .
Kesultanan Islam kemudian semikin
menyebarkan ajaran-ajarannya ke penduduk
dan melalui pembauran, menggantikan Hindu
sebagai kepercayaan utama pada akhir abad
ke-16 di Jawa dan Sumatera. Hanya Bali yang
tetap mempertahankan mayoritas Hindu. Di
kepulauan-kepulauan di timur, rohaniawan-
rohaniawan Kristen dan Islam diketahui sudah
aktif pada abad ke-16 dan 17 , dan saat ini
ada mayoritas yang besar dari kedua agama di
kepulauan-kepulauan tersebut.
Penyebaran Islam dilakukan melalui hubungan
perdagangan di luar Nusantara; hal ini, karena
para penyebar dakwah atau mubaligh
merupakan utusan dari pemerintahan Islam
yang datang dari luar Indonesia, maka untuk
menghidupi diri dan keluarga mereka, para
mubaligh ini bekerja melalui cara berdagang,
para mubaligh inipun menyebarkan Islam
kepada para pedagang dari penduduk asli,
hingga para pedagang ini memeluk Islam dan
meyebarkan pula ke penduduk lainnya, karena
umumnya pedagang dan ahli kerajaan lah yang
pertama mengadopsi agama baru tersebut.
Kerajaan Islam penting termasuk di antaranya:
Kerajaan Samudera Pasai, Kesultanan Banten
yang menjalin hubungan diplomatik dengan
negara-negara Eropa, Kerajaan Mataram ,
Kerajaan Iha , Kesultanan Ternate dan
Kesultanan Tidore di Maluku.
Era kolonial
Kolonisasi Portugis dan Spanyol
Artikel utama untuk bagian ini adalah:
Sejarah Nusantara Zaman Portugis dan
Spanyol
Afonso (kadang juga ditulis Alfonso) de
Albuquerque. Karena tokoh inilah, yang
membuat kawasan Nusantara waktu itu
dikenal oleh orang Eropa dan dimulainya
Kolonisasi berabad-abad oleh Portugis
bersama bangsa Eropa lain, terutama Inggris
dan Belanda .
Dari Sungai Tejo yang bermuara ke Samudra
Atlantik itulah armada Portugis mengarungi
Samudra Atlantik, yang mungkin memakan
waktu sebulan hingga tiga bulan, melewati
Tanjung Harapan Afrika, menuju Selat Malaka .
Dari sini penjelajahan dilanjutkan ke Kepulauan
Maluku untuk mencari rempah-rempah,
komoditas yang setara emas kala itu.
”Pada abad 16 saat petualangan itu dimulai
biasanya para pelaut negeri Katolik itu
diberkati oleh pastor dan raja sebelum berlayar
melalui Sungai Tagus,” kata Teresa. Biara St
Jeronimus atau Biara Dos Jeronimos dalam
bahasa Portugis itu didirikan oleh Raja Manuel
pada tahun 1502 di tempat saat Vasco da
Gama memulai petualangan ke timur.
Museum Maritim atau orang Portugis
menyebut Museu de Marinha itu didirikan oleh
Raja Luis pada 22 Juli 1863 untuk
menghormati sejarah maritim Portugis.
Selain patung di taman, lukisan Afonso de
Albuquerque juga menjadi koleksi museum itu.
Di bawah lukisan itu tertulis, ”Gubernur India
1509-1515. Peletak dasar Kerajaan Portugis di
India yang berbasis di Ormuz, Goa, dan
Malaka. Pionir kebijakan kekuatan laut sebagai
kekuatan sentral kerajaan”. Berbagai barang
perdagangan Portugis juga dipamerkan di
museum itu, bahkan gundukan lada atau
merica.
Ada sejumlah motivasi mengapa Kerajaan
Portugis memulai petualangan ke timur. Ahli
sejarah dan arkeologi Islam Uka
Tjandrasasmita dalam buku Indonesia-
Portugal: Five Hundred Years of Historical
Relationship (Cepesa, 2002), mengutip
sejumlah ahli sejarah, menyebutkan tidak
hanya ada satu motivasi Kerajaan Portugis
datang ke Asia. Ekspansi itu mungkin dapat
diringkas dalam tiga kata bahasa Portugis,
yakni feitoria, fortaleza , dan igreja. Arti
harfiahnya adalah emas, kejayaan, dan gereja
atau perdagangan, dominasi militer, dan
penyebaran agama Katolik.
Menurut Uka, Albuquerque, Gubernur Portugis
Kedua dari Estado da India, Kerajaan Portugis
di Asia, merupakan arsitek utama ekspansi
Portugis ke Asia. Dari Goa, ia memimpin
langsung ekspedisi ke Malaka dan tiba di sana
awal Juli 1511 membawa 15 kapal besar dan
kecil serta 600 tentara. Ia dan pasukannya
mengalahkan Malaka 10 Agustus 1511. Sejak
itu Portugis menguasai perdagangan rempah-
rempah dari Asia ke Eropa. Setelah menguasai
Malaka, ekspedisi Portugis yang dipimpin
Antonio de Abreu mencapai Maluku, pusat
rempah-rempah.
Jumat, 13 Desember 2013
tutorial drift & sejarah drift
Pernah liat aksi Ken Blok di youtube? kata
kuncinya adalah GYMKHANA, suatu aksi drifting
dari Ken Blok yang sangat mantap
menggunakan Ford Fiesta yang sudah
dimodifikasi. Penasaran? Jujur saya penasaran,
makanya saya mencari referensi untuk
mempelajari cara-cara drifring, siapa tau suatu
saat nanti klo ada mobil yang mumpuni bisa
dicoba nih hehe :p
Drifting adalah sebuah seni ketrampilan teknik
mengemudi dengan kecepatan tinggi yang
dibarengi dengan kontrol mobil. Drifting
merupakan teknik menyetir di mana
pengemudi berusaha membuat agar mobilnya
berada dalam posisi miring dan meluncur dari
sisi ke sisi pada kecepatan tinggi selama
mungkin. Untuk Melakukan drifting, biasanya
para drifter (pembalap drifting) hanya
menggunakan gigi dua dan rem tangan (hand
brake) untuk menunjukkan teknik tingkat tinggi
ini. Karena itu, dibutuhkan keahlian tertentu
dan disiplin yang cukup tinggi untuk dapat
menguasai teknik mengemudi seperti ini.
Saat ini Drifting sudah menjadi olah raga
profesional yang berjalan di bawah bendera
balap D1 Grand Prix tapi sayangnya, sampai
saat ini Drifting belum mendapat pengakuan
dari FIA (payung besar road race untuk
kompetisi balap mobil yang membawahi ajang-
ajang balap mobil semacam F1, A1, F3, F3000,
GoKart dan World Rally).
Sejarah Awal Drifting
Drifting tumbuh di Jepang sekitar pertengahan
tahun 1960-an, dipelopori kalangan motorsport
underground yang dijuluki rolling zoku. Mereka
mempraktikkan teknik opposite-lock dari balap
rally di jalan pegunungan yang berkelok-kelok
dan beraspal licin di wilayah Rokkosan, Hakone,
Irohazaka dan Nagano.
Pada tahun 1970-an, Kunimitsu Takahashi,
yang merupakan pembalap F1 legenda Jepang,
mendapatkan inspirasi ketika ia mencoba
bagian depan mobilnya mengikuti apex (titik
paling pinggir dari sebuah tikungan) dengan
kecepatan tinggi dan menggunakan rem tangan
untuk mengikuti tikungan itu.
Pada tahun 2001, Daijiro Inada (pendiri Option
Magazine dan Tokyo Auto Salon) bersama
Keiichi "Dorikin" (Raja Drifting) Tsuchiya
(pembalap turing dan juga Bapak Drifting
Profesional) membuat seri kompetisi drifting
profesional, D1 Grand Prix (D1 GP).
Cara Dasar Melakukan Drifting
Teknik drifting dilakukan dengan cara
membiarkan ban belakang slip dengan alur
yang lebih besar daripada ban depan. Hal ini
biasanya terjadi saat mobil dipacu dengan
kecepatan tinggi, kemudian setir dibelokan
tanpa mengurangi kecepatan mobil. Jika teknik
drifting dilakukan dengan tidak tepat, dapat
menyebabkan mobil melintir dan kehilangan
kendali. Karena itu, kecepatan dan sudut
belokan harus diambil secara akurat.
Ada dua teknik utama yang digunakan oleh
drifter untuk menciptakan gerakan drift yaitu
Clutching (penggunaan kopling) dan braking
(penggunaan rem). Dalam teknik clutching, saat
mobil pembalap mendekati tikungan,
pengemudi akan menekan kopling dan pindah
ke gigi 2. Lalu pembalap akan menekan gas
sampai sekitar 4000-5000 RPM. Saat kopling
dilepas, akan ada putaran kuat pada ban
karena saat itu mesin sedang berputar cepat.
Kekuatan besar mendadak ini membuat ban
belakang berputar sangat cepat sampai
kehilangan traksi dan bagian belakang mobil
akan melintir.
Sementara dalam teknik braking, pengemudi
menarik rem tangan saat memasuki tikungan
sehingga menyebabkan ban belakang terkunci
dan kehilangan traksi dan menciptakan gerakan
drift. Teknik ini adalah satu-satunya teknik yang
bisa digunakan untuk mobil-mobil front wheel-
drive (FWD). Sementara untuk mobil rear
wheel-drive (RWD) memiliki setidaknya satu
lusin teknik. Inilah sebabnya lebih banyak pro
drifter yang menggunakan mobil rear wheel
drive (RWD) untuk digunakan sebagai mobil
drift.
Saat drift sudah tercipta dengan melakukan
teknik yang benar, maka yang selanjutnya
harus dilakukan adalah menjaga agar mobil
tetap terkontrol. Untuk yang satu ini diperlukan
keahlian dari si pengemudi dalam mengontrol
kombinasi antara gas dan setir.
Beberapa Jenis Teknik Drifting
Hand Brake Drift
Kopling diinjak dan disaat bersamaan hand-
brake ditarik untuk menghilangkan traksi.
Ketika traksi sudah hilang, kopling di lepas dan
pedal gas ditekan sambil lakukan
countersteering.
Power Slide
Syaratnya butuh mobil dengan mesin
bertenaga besar. Caranya hanya dengan
menginjak pedal gas sampai habis dan
mengontrol arah mobil dengan setir.
Shift Lock
Drifting dengan cara menurunkan posisi gigi jadi
lebih rendah. Hal ini membuat ban mengunci
sehingga traksi hilang.
Clutch Kick
Drifting dengan cara menendang kopling
sehingga menimbulkan guncangan pada
transmisi sehingga mempengaruhi
keseimbangan mobil. Hal ini bakal membuat
mobil sliding.
Braking Drift
Caranya saat masuk tikungan pedal rem diinjak
sehingga bobot pindah ke depan. Kemudian
pedal gas langsung dipijak sehingga ban
belakang kehilangan traksi.
Feint/Scandinavian Flick
Caranya dengan memindahkan bobot
kendaraan ke luar dengan cara memutar setir
ke arah luar tikungan dan dengan tiba-tiba
memutar balik setir sehingga bagian belakang
mobil bergeser. Teknik ini seperti cara
menikung mayoritas pereli.
Kansei/Dynamic Drift
Drifting dengan cara mengangkat pedal gas saat
kecepatan tinggi. Ini terjadi karena saat pedal
gas diangkat bobot pindah dari belakang ke
depan.
Langkah-Langkah Melakukan Drifting
1. Keraskan kemudi (steer hard) sewaktu
membelok untuk mulai meluncur, kemudian
lakukan banting-kemudi (countersteer)
sebelum mobil keluar jalur.
2. Lanjutkan membanting-kemudi
(countersteering) untuk mempertahankan
laju luncuran, ini merupakan tindakan untuk
menyeimbangkan mobil.
3. Sekarang anda mempersiapkan untuk
tikungan selanjutnya. Tujuannya adalah agar
dapat men-drift sepanjang lintasan sirkuit
yang dilalui tanpa meluruskan mobil selama
beberapa saat ketika bagian belakang
(buritan) mengayun.
4. Anda harus memacu kecepatan sekarang,
jadi persiapkan untuk menginjak gas yang
bertujuan untuk menjaga roda bagian
belakang tetap meluncur.
5. Inilah saat-saat yang tersulit. Menjaga
bagian belakang (buritan) tetap meluncur
melalui tikungan sangat mudah, tapi men-
drift terus pada lintasan lurus yang cukup
berat. Pada saat anda kehilangan
momentum, posisi mobil akan lurus
kembali, tapi anda akan terkejut berapa
lama anda dapat mempertahankan posisi
meluncurnya.
Kamis, 12 Desember 2013
fakta android
Sistem operasi Android tidak disangkal
sudah menjadi pemain utama dalam
perkembangan smartphone maupun gadget pintar
lain di dunia. Data dari lembaga riset pasar IDC
menyebutkan bahwa pasar ponsel bersistem
Android, pada 2012, sudah lebih dari 75 persen.
Tetapi tahukan Anda, ada setidaknya tiga fakta
tentang Android yang luput dari perhatian para
penggunanya. Berikut ini adalah fakta-fakta
tersebut menurut penggemar gadget, Lucky
Sebastian:
Pertama, sampai saat ini Android memiliki 700.000
ribu lebih aplikasi yang bisa diunduh, gratis
maupun berbayar, di Google Play Store. Sejauh ini
sudah 48 miliar unduhan atau sekitar 65.000
unduhan tiap menitnya di Play Store.
Kedua, pernahkah Anda memperhatikan nama-
nama seri sistem Android? Ya mereka adalah
Froyo, Gingerbread, Honeycomb, Ice Cream, dan
yang terbaru, Jelly Bean? Tetapi jika Anda jeli, ada
satu yang menarik dari nama-nama tersebut.
Semuanya urut secara alfabetik! Google sengaja
melakukannya, kata Lucky, hanya agar lebih
menyenangkan.
"Sesuatu yang bagus tidak harus selalu serius,"
ujar Lucky. Masih ada 16 huruf lagi dalam daftar
alfabet, maka Lucky memperkirakan setidaknya
Android akan tetap ada selama delapan tahun
mendatang.
Ketiga , jumlah pengguna Android tumbuh pesat
dalam tiga tahun terakhir. Sebanyak 100 juta di
tahun 2011, 400 juta di tahun 2012, dan di tahun
2013 ini sudah mencapai angka 900 juta.
Kumpulkan semua perangkat berbasis Android
yang ada di bumi, maka panjang totalnya adalah
1.170.000 kilometer. Jarak itu setara tiga kali bolak-
balik dari bumi ke bulan.
samsung galaxy j siap diluncurkan
Sebelumnya
sempat dirumorkan akan kehadiran
smartphone baru dari Samsung,
Samsung Galaxy J , dan kini kabar
tersebut telah dibuktikan dengan
adanya bukti rilis dari Samsung
Galaxy J dan akan segera
diluncurkan pada bulan Desember
akhir tahun ini. sebagai salah satu
perangkat unggulan dari Samsung,
Galaxy J ini dibekali dengan fitur dan
juga performa yang sangat mumpuni
yang hampir mirip dengan perakat
Google Nexus.
Advertisement :
Samsung Galaxy J hadir dengan
mengusung layar Super AMOLED
dengan luas 5.0 inch, selain itu
Samsung Galaxy J ini juga memiliki
resolusi kerapatan gambar yang
terbilang bagus, yaitu 441 ppi.
Smartphone in telah disisipi dengan
media penyimpanan internal yang
memiliki kapasitas 16 GB dan juga
dibekali dengan RAM yang memiliki
kapasitas berukuran 3GB. Samsung
juga melengkapi Galaxy J ini dengan
ekspansi slod micro SD yang memiliki
kapasitas tampung hingga 64 GB.
Smartphone Samsung Galaxy J juga
memiliki kamera yang berukuran
seperti kamera Samsung Galaxy S4,
yaitu 13 MP untuk kamera utama
dan 2MP untuk kamera bagian
depan atau kamera kedua. Namun
Samsung Galaxy J masih dirancang
untuk menggunakan OS Android Jelly
Bean 4.3, namun anda tidak perlu
kuatir karena smartphone ini tidak
lama juga bisa anda upgrade
menjadi Android 4.4 KitKat. Ingin
melihat spesiti apa spesifikasi
Samsung Galaxy J , langsung saja
simak ulasnnya dibawah ini.
Spesifikasi Samsung Galaxy
J
Jaringan 2G GSM 900 / 1800 /
1900
Jaringan 3G HSDPA 850 / 2100 /
800
Jaringan 4G LTE 2100 900 / 1800
Micro-SIM
Dimensi bodi 137 x 70 x 8.6 mm
(5.39 x 2.76 x 0.34 in)
Berat 146 g (5.15 oz)
Tipe layar Super AMOLED
capacitive touchscreen, 16M
colors
Ukuran layar 5.0 inches dengan
resolusi 1080 x 1920 pixels, 441
ppi
Perlindungan layar Corning
Gorilla Glass 3
Memori internal GB, 3 GB RAM
Memori eksternal microSD, up to
64 GB
Kamera utama 13 MP, 4128 x
3096 pixels, autofocus, LED flash
Fitur Dual Shot, Simultaneous HD
video and image recording, geo-
tagging, touch focus, face and
smile detection, image
stabilization, HDR
Kamera kedua 2
MP,1080p@30fps, dual video call
Video 2160p@30fps, dual-video
rec.
GPRS dan EDGE
Speed HSDPA, 42.2 Mbps;
HSUPA, 5.76 Mbps; LTE, Cat4, 50
Mbps UL, 150 Mbps DL
WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac,
dual-band, DLNA, Wi-Fi Direct,
Wi-Fi hotspot
Bluetooth versi 4.0 with A2DP,
EDR, LE
USB versi 2.0 (MHL 2), USB On-
the-go, USB Host
NFC dan Port Infrared
OS Android Jelly Bean 4.3
Upgrade to 4.4 KitKat
Chipset Qualcomm MSM8974
Snapdragon 800
CPU Quad-core 2.3 GHz Krait
400
GPU Adreno 330
Messaging SMS(threaded view),
MMS, Email, Push Mail, IM, RSS
Browser HTML5
GPS with A-GPS support and
GLONASS
Java via Java MIDP emulator
Warna putih dan pink
Li-Ion 2600 mAh battery
Harga Samsung Galaxy J
Jika melihat dari segi spesifikasi dari
Samsung Galaxy J , nampaknya
smartphone ini ditujukan untuk kelas
premium, maka jangan kaget jika
mengetahui harga Samsung Galaxy J
ini. namun sayangnya pihak Samsung
belum mengumkan harga resmi dari
Samsung Galaxy J ini. Untuk harga
tunggu saja sampai smartphone ini
resmi diluncurkan.
sejarah nama indonesia
Nama Indonesia berasal dari berbagai
rangkaian sejarah yang puncaknya terjadi di
pertengahan abad ke-19. Catatan masa lalu
menyebut kepulauan di antara Indocina dan
Australia dengan aneka nama, sementara
kronik- kronik bangsa Tionghoa menyebut
kawasan ini sebagai Nan-hai ("Kepulauan
Laut Selatan"). Berbagai catatan kuno bangsa
India menamai kepulauan ini Dwipantara
("Kepulauan Tanah Seberang"), nama yang
diturunkan dari kata dalam bahasa Sanskerta
dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang).
Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki
menceritakan pencarian terhadap Sinta , istri
Rama yang diculik Rahwana, sampai ke
Suwarnadwipa ("Pulau Emas", diperkirakan
Pulau Sumatera sekarang) yang terletak di
Kepulauan Dwipantara.
Bangsa Arab menyebut wilayah kepulauan itu
sebagai Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa).
Nama Latin untuk kemenyan , benzoe ,
berasal dari nama bahasa Arab, luban jawi
("kemenyan Jawa"), sebab para pedagang
Arab memperoleh kemenyan dari batang
pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya
tumbuh di Sumatera. Sampai hari ini jemaah
haji kita masih sering dipanggil "orang Jawa"
oleh orang Arab, termasuk untuk orang
Indonesia dari luar Jawa sekali pun. Dalam
bahasa Arab juga dikenal nama-nama
Samathrah (Sumatera), Sholibis (Pulau
Sulawesi ), dan Sundah ( Sunda) yang disebut
kulluh Jawi ("semuanya Jawa").
Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali
datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri
dari orang Arab, Persia , India , dan Tiongkok .
Bagi mereka, daerah yang terbentang luas
antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah
Hindia . Jazirah Asia Selatan mereka sebut
"Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara
dinamai "Hindia Belakang", sementara
kepulauan ini memperoleh nama Kepulauan
Hindia (Indische Archipel , Indian Archipelago ,
l'Archipel Indien) atau Hindia Timur (Oost
Indie , East Indies, Indes Orientales ). Nama
lain yang kelak juga dipakai adalah
"Kepulauan Melayu" (Maleische Archipel ,
Malay Archipelago , l'Archipel Malais ). Unit
politik yang berada di bawah jajahan Belanda
memiliki nama resmi Nederlandsch-Indie
( Hindia-Belanda ). Pemerintah pendudukan
Jepang 1942 - 1945 memakai istilah To-Indo
(Hindia Timur) untuk menyebut wilayah
taklukannya di kepulauan ini.
Eduard Douwes Dekker (1820 - 1887 ), yang
dikenal dengan nama samaran Multatuli,
pernah memakai nama yang spesifik untuk
menyebutkan kepulauan Indonesia, yaitu
"Insulinde ", yang artinya juga "Kepulauan
Hindia" (dalam bahasa Latin "insula" berarti
pulau). Nama "Insulinde" ini selanjutnya
kurang populer, walau pernah menjadi nama
surat kabar dan organisasi pergerakan di
awal abad ke-20 .
Nama Indonesia
Ki Hajar Dewantara, salah satu
pribumi yang pertama kali
menggunakan nama Indonesia
ketika mendirikan sebuah biro
pers dengan nama
Indonesische Persbureau .
Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah
majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian
Archipelago and Eastern Asia (JIAEA, BI:
"Jurnal Kepulauan Hindia dan Asia Timur")),
yang dikelola oleh James Richardson Logan
( 1819- 1869 ), seorang Skotlandia yang meraih
sarjana hukum dari Universitas Edinburgh .
Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli
etnologi bangsa Inggris , George Samuel
Windsor Earl ( 1813 - 1865), menggabungkan
diri sebagai redaksi majalah JIAEA.
Dalam JIAEA volume IV tahun 1850 , halaman
66-74, Earl menulis artikel On the Leading
Characteristics of the Papuan, Australian and
Malay-Polynesian Nations ("Pada Karakteristik
Terkemuka dari Bangsa-bangsa Papua,
Australia dan Melayu-Polinesia"). Dalam
artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah
tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan
Hindia atau Kepulauan Melayu untuk
memiliki nama khas (a distinctive name ),
sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering
rancu dengan penyebutan India yang lain.
Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia
atau Malayunesia ("nesos " dalam bahasa
Yunani berarti "pulau "). Pada halaman 71
artikelnya itu tertulis (diterjemahkan ke
Bahasa Indonesia dari Bahasa Inggris ):
"... Penduduk Kepulauan Hindia atau
Kepulauan Melayu masing-masing akan
menjadi "Orang Indunesia" atau "Orang
Malayunesia" ".
Earl sendiri menyatakan memilih nama
Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada
Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab
Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu,
sedangkan Indunesia bisa juga digunakan
untuk Ceylon (sebutan Srilanka saat itu) dan
Maldives (sebutan asing untuk Kepulauan
Maladewa ). Earl berpendapat juga bahwa
bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan
ini. Dalam tulisannya itu Earl memang
menggunakan istilah Malayunesia dan tidak
memakai istilah Indunesia.
Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman
252-347, James Richardson Logan menulis
artikel The Ethnology of the Indian
Archipelago ("Etnologi dari Kepulauan
Hindia"). Pada awal tulisannya, Logan pun
menyatakan perlunya nama khas bagi
kepulauan tanah air kita, sebab istilah Indian
Archipelago ("Kepulauan Hindia") terlalu
panjang dan membingungkan. Logan
kemudian memungut nama Indunesia yang
dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan
huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka
lahirlah istilah Indonesia . [1] Dan itu
membuktikan bahwa sebagian kalangan
Eropa tetap meyakini bahwa penduduk di
kepulauan ini adalah Indian, sebuah julukan
yang dipertahankan karena sudah terlanjur
akrab di Eropa.
Untuk pertama kalinya kata Indonesia
muncul di dunia dengan tercetak pada
halaman 254 dalam tulisan Logan
(diterjemahkan ke Bahasa Indonesia):
"Mr Earl menyarankan istilah etnografi
"Indunesian", tetapi menolaknya dan
mendukung "Malayunesian". Saya lebih
suka istilah geografis murni "Indonesia",
yang hanya sinonim yang lebih pendek
untuk Pulau-pulau Hindia atau Kepulauan
Hindia"
Ketika mengusulkan nama "Indonesia"
agaknya Logan tidak menyadari bahwa di
kemudian hari nama itu akan menjadi nama
resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten
menggunakan nama "Indonesia" dalam
tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun
pemakaian istilah ini menyebar di kalangan
para ilmuwan bidang etnologi dan geografi .
[1]
Pada tahun 1884 guru besar etnologi di
Universitas Berlin yang bernama Adolf
Bastian (1826 - 1905 ) menerbitkan buku
Indonesien oder die Inseln des Malayischen
Archipel ("Indonesia atau Pulau-pulau di
Kepulauan Melayu") sebanyak lima volume,
yang memuat hasil penelitiannya ketika
mengembara di kepulauan itu pada tahun
1864 sampai 1880 . Buku Bastian inilah yang
memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan
sarjana Belanda, sehingga sempat timbul
anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu
ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar
itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie
van Nederlandsch-Indië tahun 1918 . Pada
kenyataannya, Bastian mengambil istilah
"Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan.
Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah
"Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki
Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri
Belanda tahun 1913 ia mendirikan sebuah
biro pers dengan nama Indonesische
Persbureau . Nama Indonesisch (pelafalan
Belanda untuk "Indonesia") juga
diperkenalkan sebagai pengganti Indisch
("Hindia") oleh Prof Cornelis van Vollenhoven
(1917). Sejalan dengan itu, inlander
("pribumi") diganti dengan Indonesiër ("orang
Indonesia")..
Politik
Pada dasawarsa 1920-an , nama "Indonesia"
yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi
dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh
pergerakan kemerdekaan Indonesia, sehingga
nama "Indonesia" akhirnya memiliki makna
politis, yaitu identitas suatu bangsa yang
memperjuangkan kemerdekaan. Sebagai
akibatnya, pemerintah Belanda mulai curiga
dan waspada terhadap pemakaian kata
ciptaan Logan itu. [1]
Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad
Hatta , seorang mahasiswa Handels
Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di
Rotterdam , organisasi pelajar dan mahasiswa
Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk
tahun 1908 dengan nama Indische
Vereeniging ) berubah nama menjadi
Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan
Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra ,
berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.
Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya,
"Negara Indonesia Merdeka yang akan
datang ( de toekomstige vrije Indonesische
staat ) mustahil disebut "Hindia-Belanda".
Juga tidak "Hindia" saja, sebab dapat
menimbulkan kekeliruan dengan India
yang asli. Bagi kami nama Indonesia
menyatakan suatu tujuan politik (een
politiek doel ), karena melambangkan dan
mencita-citakan suatu tanah air pada
masa depan, dan untuk mewujudkannya
tiap orang Indonesia (Indonesiër) akan
berusaha dengan segala tenaga dan
kemampuannya. "
Di Indonesia Dr. Sutomo mendirikan
Indonesische Studie Club pada tahun 1924 .
Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia
berganti nama menjadi Partai Komunis
Indonesia (PKI). Pada tahun 1925 Jong
Islamieten Bond membentuk kepanduan
Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij).
Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-
mula menggunakan nama "Indonesia".
Akhirnya nama "Indonesia" dinobatkan
sebagai nama tanah air, bangsa, dan bahasa
pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia
tanggal 28 Oktober 1928 , yang kini dikenal
dengan sebutan Sumpah Pemuda.
Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota
Volksraad (Dewan Rakyat; parlemen Hindia-
Belanda), Muhammad Husni Thamrin ,
Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo
Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada
Pemerintah Belanda agar nama Indonesië
diresmikan sebagai pengganti nama
"Nederlandsch-Indie". Permohonan ini
ditolak. Sementara itu, Kamus
Poerwadarminta yang diterbitkan pada tahun
yang sama mencantumkan lema nusantara
sebagai bahasa Kawi untuk "kapuloan
(Indonesiah)".
Dengan pendudukan Jepang pada tanggal 8
Maret 1942 , lenyaplah nama "Hindia-
Belanda". Pada tanggal 17 Agustus 1945 ,
menyusul deklarasi Proklamasi Kemerdekaan,
lahirlah Republik Indonesia .